Bukan hanya soal gaji, hak cuti karyawan juga telah diatur oleh pemerintah melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 79 Ayat 2 yang menjelaskan tentang hak cuti karyawan setidaknya selama 12 hari. Sekarang tentang cuti yang tidak digunakan, dapatkah itu dicairkan?

Tapi, tahukah Anda bahwa karyawan tidak hanya mendapatkan cuti tahunan 12 hari, tetapi ada tujuh hak cuti yang harus diberikan oleh perusahaan kepada karyawan mereka.

Tidak mengherankan, diskusi tentang cuti karyawan selalu menarik perhatian banyak orang. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa cuti adalah salah satu hal yang sangat dinanti oleh para karyawan.

Ya, kapan saja Anda dapat menikmati waktu libur atau bebas dari pekerjaan tetapi tetap mendapatkan gaji.

Meski begitu, masih ada aturan tertulis yang bahkan disahkan oleh UU untuk dijadikan referensi oleh perusahaan dan juga karyawan. Jadi, Anda tidak bisa itu adalah ambil cuti sesuai keinginan, semua aturan tetap ada.

Selain itu, memberikan cuti juga akan membuat karyawan lebih bersemangat untuk bekerja dan diharapkan lebih loyal kepada perusahaan.

Namun, memang hingga kini perselisihan mengenai hak cuti karyawan terus terjadi perselisihan, mulai dari penyerahan, waktu, proses hingga pemotongan gaji.

Ingin tahu ulasan lengkap tentang hak cuti karyawan, mulai dari jenis cuti hingga apakah hak cuti bisa dicairkan dalam bentuk uang? Tidak perlu berlama-lama, biarkan saja merujuk langsung ke penjelasan di bawah ini:

Jenis hak cuti karyawan

Hak cuti karyawan sesuai dengan UU Ketenagakerjaan

Tidak hanya cuti tahunan, ternyata ada beberapa jenis cuti untuk karyawan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, apa itu? Inilah tujuh di antaranya:

… KLIK UNTUK BACA LEBIH LANJUT →

Posting Bisakah Anda meninggalkan uang tunai? 7 Hak Cuti Karyawan Ini Menurut Departemen Tenaga Kerja muncul pertama kali di Lifepal Media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here